Cermati Protect

Gaji Manajer Proyek Konstruksi, Fungsi, dan Tugasnya

Gaji Manajer Proyek Konstruksi, Fungsi, dan Tugasnya

Manajer proyek merupakan jabatan tinggi dalam suatu proyek. Mereka ini adalah orang-orang yang ditunjuk untuk memimpin proyek. Keberhasilan atau kegagalan suatu proyek sangat tergantung pada kelihaian memimpin seorang manajer.

Mengingat tugasnya lumayan berat, maka hal yang wajar apabila gaji manajer proyek konstruksi tinggi. Dalam artikel ini akan dibahas tentang gaji, tugas, dan skill apa saja yang perlu dimiliki seorang manajer proyek dalam lingkup kerjanya sehari-hari.

Pengertian Manajer Proyek

Manajer proyek adalah mereka yang memiliki peran penting dalam perencanaan, pengawasan, kepemimpinan, dan pelaksanaan suatu proyek. Tanggung jawab yang diemban mulai dari awal hingga akhir proyek. 

Keberhasilan suatu proyek tidak lepas dari pengaruh manajer proyek. Perusahaan sukses meraup keuntungan apabila proyek berhasil dan sebaliknya. Tak heran apabila manajer proyek berusaha untuk mengantisipasi kegagalan lewat sejumlah perencanaan yang dibuatnya. 

Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Konstruksi di Indonesia

Tugas Manajer Proyek Konstruksi

Seorang manajer konstruksi memiliki tugas sehari-hari. Tidak hanya untuk urusan internal, tapi juga eksternal seperti berhadapan dengan klien. Adapun tugas-tugas manajer proyek, antara lain.

1. Merencanakan Proyek

Tugas paling utama adalah merencanakan sebuah proyek. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan, seperti budget, timeline, dan scope pengerjaan proyek. Penting agar manajer proyek memikirkan cara menyelesaikan proyek secara cepat dan tepat.

Dalam tahapan ini, terdapat tiga tugas manajer proyek secara umum, di antaranya:

2. Menjalankan Proyek

Manajer proyek perlu memastikan bahwa proyek yang dikerjakan berjalan sesuai rencana. Ini perlu diiringi dengan kemampuan leadership yang bagus, sehingga tim mau bekerja optimal. 

Perjalanan proyek menjadi lancar apabila manajer proyek mampu berkomunikasi dengan baik dengan timnya. Kelebihan, kekurangan, dan segala masukan wajib diterima demi kebaikan proyek. Dengan sejumlah evaluasi, maka hasilnya pun menjadi maksimal.

3. Mengelola Sumber Daya

Proyek manajer harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki sesuai keadaan aktual di lapangan. Misalnya, manajer membuat segala pertimbangan dalam penggunaan anggaran sesuai dengan besaran proyek. Selain itu, mempekerjakan sumber daya yang berkualitas juga menjadi pertimbangan karena mempengaruhi hasil akhir dari proyek.

Manajer proyek perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota di dalam timnya. Hal ini memudahkan manajer dalam mendelegasikan setiap tugas, sehingga potensi kegagalan proyek dapat diminimalisir dengan baik.

4. Memimpin Tim dalam Menyelesaikan Proyek

Pelaksanaan proyek berjalan dengan lancar apabila manajer proyek memiliki jiwa leadership yang bagus. Kemampuan ini dibutuhkan untuk memimpin dan menyelaraskan setiap pekerjaan yang ada di dalam tim. 

Pemimpin yang baik adalah mereka yang mengetahui kebutuhan para anggota tim. Misalnya, dari segi gaji, tunjangan, dan benefit lain untuk mendongkrak motivasi kerja. Manajer proyek bisa dijadikan teman untuk diskusi seputar pekerjaan, sehingga bonding di antara tim tetap terjaga dengan baik.

5. Memantau Jalannya Proyek

Ketika sebuah proyek sudah berjalan, maka manajer proyek fokus untuk memantau jalannya proyek. Tujuannya untuk memudahkan analisis dan melihat progres yang sudah dilaksanakan. Jika ada tugas yang menyimpang dari rencana awal, maka mereka bisa menegur atau memperbaiki situasi di lapangan agar tidak mengganggu kelancaran proyek di masa mendatang. 

Pemantauan bisa dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, melihat laporan harian tim, atau dokumentasi yang dilaporkan. Hasil dari pemantauan sebaiknya dicatat sebagai pedoman dalam pemantauan selanjutnya. Jika progres dari anggota lambat, maka manajer proyek bisa mencarikan solusi untuk mempercepat pekerjaan, sehingga waktu penyelesaian proyek lebih cepat.

6. Membuat Rencana Cadangan

Sebaik-baiknya rencana disusun, pasti ada hal tak terduga yang terjadi. Hal ini kerap kali terjadi di lapangan, makanya manajer proyek perlu membuat rencana cadangan apabila rencana awal tidak maksimal. Rencana cadangan adalah bentuk mitigasi sekaligus antisipasi terhadap kendala yang tidak diinginkan.

Misalnya, menyiapkan alat berat cadangan untuk menggali apabila alat berat yang satunya rusak. Bisa juga dengan mencarikan sumber daya manusia tambahan apabila pengerjaan proyek lebih lambat dari yang diharapkan. Rencana cadangan bisa dalam bentuk apa saja, tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan. 

7. Melaporkan Progres Proyek kepada Stakeholder

Selain enam tugas di atas, manajer proyek juga bertanggung jawab kepada stakeholder. Bentuk pertanggungjawabannya berupa membuat laporan tentang proyek, berupa progres, hambatan, dan masalah yang terjadi di lapangan. Setiap hal yang berhubungan dengan proyek perlu disampaikan kepada stakeholder agar mereka mengetahui situasi yang sebenarnya. 

Jarang sekali stakeholder selalu terjun ke lapangan untuk mengamati progres proyek. Sebab, mereka punya tugas lain yang tak kalah penting di luar proyek yang sedang berjalan. Tak heran jika stakeholder mempercayakan proyek kepada manajer.

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

Kualifikasi Manajer Proyek

Sama seperti profesi lainnya, ada beberapa kualifikasi yang perlu dipenuhi untuk menjadi manajer proyek. Adapun klasifikasinya, antara lain.

1. Pendidikan

Tidak ada jurusan khusus yang harus ditempuh untuk menjajaki karir manajer proyek. Kualifikasi pendidikan tergantung dari persyaratan di perusahaan yang dilamar. Misalnya, untuk perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi biasanya mencari lulusan teknik sipil sedangkan di pertambangan mencari lulusan teknik geologi.

Kebanyakan perusahaan mencari kandidat dengan gelar sarjana. Ada pula yang mencari kandidat dengan gelar master. Yang pasti semakin tinggi jenjang pendidikan, maka semakin besar pula peluang diterima apalagi bila sudah berpengalaman. 

2. Sertifikasi

Selain pendidikan, sertifikasi merupakan cara lain untuk memperbesar peluang menjadi manajer proyek. Sertifikasi adalah bukti yang menandakan seorang kandidat mampu memberikan konstribusi maksimal.

Ada tiga jenis sertifikasi manajer proyek yang terkenal, yaitu:

  1. Profesional Manajemen Proyek (PMP)

Merupakan jenis sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari perusahaan besar. Dengan memiliki sertifikat ini, seorang kandidat diakui kredibel dalam mengelola proyek. Mulai dari tahap perencanaan, pendistribusian, pengendalian, dan pemantauan pekerjaan di lapangan. 

  1. Program Manajemen Profesional (PgMP)

Fokus dari sertifikasi ini adalah meningkatkan kredibilitas dalam mengelola program yang kompleks dan strategis. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kandidat memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam mengelola suatu proyek. Dengan demikian, proyek sukses menuai hasil maksimal meski lingkupnya sangat kompleks.

  1. Portofolio Manajemen Profesional (PfMP)

Fokus dari sertifikasi ini adalah meningkatkan kemampuan dalam mengelola portofolio proyek yang kompleks dan strategis. Sertifikasi PfMP menjadi bukti bahwa manajer proyek memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam mengelola sebuah portofolio di dunia profesional. 

3. Pengalaman Kerja

Perusahaan membutuhkan manajer proyek yang sudah berpengalaman, terutama untuk mengelola proyek skala besar. Pengalaman tidak hanya didapatkan dari durasi waktu kerja di perusahaan, tapi juga dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan berikut ini:

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

Gaji Manajer Proyek Konstruksi

Tugas seorang manajer proyek tidak semudah yang dibayangkan, bukan? Kompleksitas pekerjaan sebanding dengan besaran gaji manajer proyek konstruksi yang diterima setiap bulan. Estimasi yang diterima adalah Rp8.000.000 per bulan, tapi ada juga yang mencapai Rp15.000.000 per bulan.

Semakin berpengalaman seorang manajer, gajinya pun semakin besar. Mengasah kemampuan, mengikuti pelatihan, dan seminar sangat perlu agar dapat bersaing di dunia kerja. Gaji pun akan ikut meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman. 

Bangun Branding Diri Sekarang Juga

Semakin besar tanggung jawab, maka semakin besar pula gaji manajer proyek konstruksi. Apalagi posisi ini menuntut beragam skill, pengetahuan, dan kemampuan dalam bidang pembangunan maupun leadership. Sebab, seorang manajer akan menghabiskan waktunya untuk memimpin sebuah tim agar dapat bekerja sama dan memberikan kontribusi maksimal dalam menyelesaikan suatu proyek.

Jiwa leadership secara otomatis akan membangun branding diri sendiri, sehingga peluang untuk menapaki karir yang lebih tinggi terbuka lebar. Branding bisa dibangun dengan menunjukkan prestasi atau pencapaian yang berhasil didapatkan selama bekerja. Hal ini bisa dibuktikan dalam bentuk sertifikat dan kondisi kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Sebagai seorang manajer proyek konstruksi dengan tanggung jawab besar, penting untuk memastikan kesejahteraan diri dan tim melalui perlindungan yang tepat, termasuk asuransi kesehatan karyawan. Cermati Protect menyediakan layanan asuransi kesehatan karyawan terbaik, dengan berbagai pilihan perlindungan yang dapat disesuaikan untuk mendukung produktivitas dan keamanan di tempat kerja. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Exit mobile version