4 Langkah Untuk Membangun Personal Brand yang Menarik

4 Langkah Untuk Membangun Personal Brand yang Menarik

Ada sebuah alasan yang membuat Anda secara konsisten membeli kopi dari kafe yang sama atau menggunakan produk dari merek tertentu dalam jangka waktu panjang. Salah satu alasannya adalah produk itu cocok dengan selera Anda. Namun perusahaan favorit Anda ini juga tanpa Anda sadari sudah sukses untuk membuat merek yang menarik, yang dapat mengkomunikasikan secara tepat apa yang mereka tawarkan dan apa yang Anda bisa dapatkan
Personal brand Anda juga dapat melakukan hal yang sama, dan dalam proses untuk meningkatkan koneksi Anda, membuka kesempatan untuk promosi dan bahkan membantu Anda untuk mendapatkan pekerjaan impian Anda. Membuat personal brand tentu saja membutuhkan pemikiran dan waktu. Ini tidak hanya dengan cara mengupdate akun LinkedIn Anda atau retweet posting-an bloogers favorit Anda. Membangun brand Anda adalah sebuah proses strategis yang dapat membantu Anda untuk bekerja dan hidup sesuai dengan passion dan nilai personal dan professional Anda.

Berikut adalah 4 langkah yang dapat membantu Anda untuk membangun personal brand yang kuat:

1. Beranilah bersikap
Anda tidak dapat menyenangkan semua orang, Anda harus merefleksikan nilai Anda, passion dan tujuan Anda. Mengerti apa yang paling penting bagi Anda akan membuat Anda bersikap dan mengambil keputusan sesuai dengan hal itu. Tanyakan kepada diri Anda:

  • Apa yang harus saya perjuangkan?
  • Aset, keterampilan, dan bakat apa yang saya miliki yang dapat mendukung?
  • Apa yang orang lain anggap sebagai asset saya yang paling berharga?

Pertanyaan terakhir ini sangat penting. Dengan menanyakan orang-orang penting di sekitar Anda (seperti teman kerja, mentor, dan teman Anda) secara anonimus, Anda akan mendapatkan masukan secara 360 derajat untuk dapat melihat diri Anda, dan kemungkinan dapat mengungkap kekuatan yang tidak Anda ketahui Anda miliki

2. Terorganisir dan fleksibel
Waktu kerja yang fleksibel adalah salah satu cara untuk memastikan konsistensi karyawan yang bekerja secara remote. Tentu saja hal ini perlu diikuti dengan rencana yang konkrit. Cara kerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Apakah karyawan anda bekerja di pagi hari atau malam hari seharusnya tidak lagi penting, yang penting adalah pekerjaan terselesaikan dengan hasil yang memuaskan.

3. Sesuaikan durasi meeting
Apa yang berjalan baik di kantor belum tentu bisa berjalan baik juga ketika bekerja secara remote. Daripada menjalankan meeting yang panjang, sebaiknya jalankan system huddle virtual singkat. Hal ini dapat anda jalankan untuk menentukan rencana kerja team anda, kegiatan, atau alokasi resource. Ketika bekerja di kantor, tim anda duduk berdekatan sehingga dapat bertanya dan berdiskusi kapan saja. Huddle virtual bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan ini.

4. Catat progress dari pekerjaan tim anda
Perlu dipastikan bahwa tim anda menyiapkan rencana kerja dengan target dan timeline yang jelas. Hal ini dapat mengurangi ketakutan anda sebagai Manager dan juga membantu tim anda untuk memiliki struktur kerja yang jelas. Perlu diingat juga, karena Anda tidak dapat melihat tim Anda bekerja di meja kerja mereka di kantor, bukan berarti mereka tidak bekerja.

5. Komunikasi adalah kunci
Sangat penting bagi manager untuk membangun komunikasi yang baik dengan tim. Komunikasi yang baik dapat membantu tim Anda mengetahui deadline yang diharapkan, sumber daya yang tersedia, tantangan yang mereka hadapi, harapan dari manager termasuk jadwal kerja. Dengan adanya sarana komunikasi online yang sangat mudah, seperti email, pesan teks (chatting), video call, voice calls, dan sarana intranet, penting bagi Manager untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang tepat kepada masing-masing anggota tim nya. Cara paling baik untuk menemukan metode yang tepat adalah bertanya. Anda dapat menanyakan bagaimana cara mereka ingin dihubungi dan berkomunikasi ketika mereka bekerja secara remote. Dengan begitu, manajer dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh masing-masing anggota tim untuk dapat tetap produktif ketika bekerja dari rumah. Melakukan tracking indikator pencapaian kerja karyawan adalah penting. Namun perlu diperhatikan, sangat penting bagi Manager untuk menemukan balance yang tepat bagi masing-masing tim member. Tentu saja Anda tidak ingin dicap micro managing karena terlalu mengawasi dan dianggap tidak mempercayai tim anda. Jika tim anda berkomunikasi dengan baik dan mencapai target yang sudah disesuaikan. Sepertinya tidak ada alasan untuk tidak percaya, bukan?

6. Mendengarkan
Manager yang sukses adalah manager yang mendengarkan, percaya dan menghargai masing-masing anggota tim. Memberikan beban kerja yang cukup dan mengecek progres dari pekerjaan tanpa micro managing atau over communicating. Pulse survey sangat membantu untuk dapat mengetahui sentimen karyawan. NPS adalah salah satu indikator penting seberapa besar karyawan anda akan mempromosikan organisasi nya kepada pencari kerja yang lain

7. Bangun koneksi dan be available to your team.
Banyak karyawan merasakan terisolasi dan disorientasi dengan cara kerja yang baru. Karena itu sangat penting untuk membangun koneksi dengan karyawan. Berikan masukan yang positif, set up sebuah chat channel untuk ngobrol atau berdiskusi ringan, atau coba minum kopi bersama – apapun yang membantu untuk membuat suasana terasa lebih santai, lebih solidaritas, dan mengingatkan masing-masing orang bahwa mereka tidak sendiri.

8. Berikan cara untuk berkolaborasi
Siapkan time tracker yang bisa diakses oleh semua orang, ini adalah salah satu cara supaya Manager dapat mengetahui apa yang tim nya sedang kerjakan. Hal ini dapat membantu manager menyesuaikan ekspektasi dan tanggung jawab anggota tim di saat yang tidak pasti ini Perlu juga ditentukan norma kerja yang disepakati bersama. Apabila anda dihubungi oleh rekan kerja, Apakah tidak apa-apa untuk mengirimkan pesan cepat untuk mengatakan “Saya akan menelpon Anda kembali” jika Anda sangat fokus kepada sesuatu yang lain ketika rekan kerja anda hendak menghubungi anda?

9. Tahanlah keinginan anda untuk micromanage
Anda seharusnya tidak melakukan micromanage ketika tim anda di kantor, tentu saja Anda seharusnya t dak melakukannya ketika tim anda bekerja secara remote. Check in one-on-one secara berkala membantu Manager untuk mencegah micromanaging, dan disaat yang bersamaan dapat mengetahui keadaan anggota tim nya dan memberikan mereka kesempatan untuk memberikan feedback secara dua arah. Anda perlu membangun kepercayakan kepada tim anda. Apabila mereka berkomunikasi secara jelas dan mencapai target dan deadline, tim anda adalah tim yang produktif dan bekerja secara efektif

10. Rayakan kesuksesan
Manager juga perlu melihat kesempatan untuk merayakan pencapaian dari tim atau anggota tim. Perayaan yang dirayakan di kantor secara offline diharapkan juga dapat dirayakan secara virtual. Anda dapat membuat video untuk merayakan kontribusi anggota tim anda. Salah satu perusahaan konsultan di US membuat sebuah video yang ditampilkan di website perusahaan untuk mengganti acara retret tahunan perusahaan yang dicancel karena pandemi. Karyawan merasakan ini lebih personal daripada sebuah email dan hal ini memperlihatkan bahwa apabila anda kreatif, koneksi tidak harus hilang.

Sumber : https://www.shrm.org/hr-today/news/hr-news/pages/covid19-10-tips-for-successfully-managing-remote-workers-.aspx

Artikel Lainnya

2 comments

Maringi Balesan

Alamat email Sampéyan ora dijedulne utāwā dikatonke.