5 Alasan Karyawan Mengundurkan Diri dan Bagaimana Cara Mencegahnya

5 Alasan Karyawan Mengundurkan Diri dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Alasan mengapa karyawan mengundurkan diri mungkin terasa sudah jelas dan pasti, seperti keinginan karyawan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik atau berasa tidak dihargai. Namun biasanya sebelum karyawan mengambil keputusan tersebut, atasan biasanya sudah mengetahui hal tersebut
Sekitar 85% pemberi kerja di Asia mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi bahwa karyawan mereka hendak mengundurkan diri. Para manager / pemberi kerja percaya bahwa mereka dapat memperkirakan kapan karyawan sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri ketika mereka sering merasa terganggu, tidak engage, kurang efisien dan sering tidak hadir.
Menyadari adanya tanda-tanda karyawan mengundurkan diri sangat penting karena tiga alasan. Pertama, ini membantu manager untuk mengatasi masalah pada tahap awal dan mudah-mudahan manager dapat mengubah pikiran karyawan. Kedua, ini memberi manager kesempatan untuk mengelola pikiran negatif dari karyawan yang hendak mengundurkan diri dari mempengaruhi karyawan lain, yang dapat menurunkan moral atau mengurangi produktivitas secara keseluruhan. Dan pada akhirnya, ini memungkinkan manager untuk memiliki lebih banyak waktu untuk menerapkan strategi rekrutmen untuk mendapatkan karyawan pengganti.

Berikut adalah 4 langkah yang dapat membantu Anda untuk membangun personal brand yang kuat:

1. Keterbatasan pertumbuhan karir di perusahaan
Karyawan memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki karir yang bertumbuh di sebuah perusahaan dan terbatasnya peluang untuk pertumbuhan karir adalah salah satu dari dua alasan utama mengapa karyawan meninggalkan pekerjaan. Mengakui kerja keras dan mengapresiasi karyawan untuk pekerjaan yang sudah dilakukan dengan baik, selain menetapkan jalur karir yang jelas, dapat membuat karyawan merasa bahwa mereka memiliki masa depan di perusahaan

2. Merasa gaji tidak sesuai atau dibawah ekspektasi
Gaji adalah alasan kedua. Karyawan dapat mengetahui dengan mudah berapa gaji karyawan di posisi yang sama dari perusahaan lain, hal ini membuat mereka tau berapa “harga” mereka di pasaran. Memberikan gaji yang kompetitif dan insentif lain dapat memotivasi karyawan untuk tetap bekerja di perusahaan yang sama. Tentu saja tidak semua karyawan yang keluar dari perusahaan karena masalah finansial, sehingga penting pula bagi manager untuk mengetahui alasan lain bagaimana dapat mempertahankan karyawan.

3. Tidak lagi merasa tertantang
Karyawan yang berkualitas tidak menginginkan pekerjaan yang mudah dan seperti tidak perlu berpikir; mereka ingin merasa engage dengan pekerjaannya dan merasa bahwa mereka belajar secara terus menerus. Membuat tantangan yang baru dan menentukan goal yang baru membantu karyawan untuk merasa dirinya berguna dan membuat mereka tetap tertarik kepada pekerjaannya

4. Merasa kurang dihargai
Karyawan menginginkan pengakuan atas pekerjaan mereka. Ketika perusahaan mengabaikan prestasi karyawan, karyawan akan mencari pengakuan dari tempat lain, salah satunya lewat pekerjaan yang baru. Implementasikan sebuah sistem yang dapat memvalidasi karyawan yang baik sehingga karyawan Anda merasakan bahwa mereka adalah bagian yang integral dari perusahaan Anda.

5. Budaya Korporasi tidak lagi cocok
Ini mungkin adalah salah satu hal yang paling sulit untuk diperbaiki. Alasan yang lain mungkin berpusat pada satu orang saja, tapi alasan ini biasanya adalah masalah dari perusahaan secara keseluruhan. Mempromosikan komunikasi secara terbuka di tempat kerja antara manajer dan karyawan dapat meningkatkan tingkat retensi. Memberikan kesempatan untuk membangun network di luar kantor juga menumbuhkan rasa persahabatan dan loyalitas.

Tentu saja pemberi kerja biasanya lebih suka mempertahankan karyawan yang berkualitas daripada mempekerjakan seseorang yang baru, namun Anda tidak perlu frustasi ketika kehilangan karyawan. Banyak pemberi kerja percaya bahwa ada efek positif ketika karyawan mengundurkan diri: 87% memandang bahwa pengunduran diri sebagai kesempatan yang lebih baik untuk menambahkan bakat baru ke bisnis.

Karyawan yang resign juga dapat menjadi kesempatan yang baik untuk dapat mengetahui apa yang dapat diperbaiki dari organisasi anda lewat masukan yang muncul dari proses exit interview

Artikel Lainnya

3 comments

Maringi Balesan

Alamat email Sampéyan ora dijedulne utāwā dikatonke.